0.1. (vertical garden dan kolam )harmoni dalam keselarasan estetika sebuah hunian
Seiring berkembangnya zaman secara tidak langsung segala sesuatu yang berkaitan dengan pola kehidupan manusia serba tertuntut untuk lebih efektif dan efisien, tentu tanpa meninggalkan fungsi dan manfaat mendasar dari sebuah hasil karya tertentu, terutama masalah hunian.
Terbatasnya lahan pemukiman, bertambahnya jumlah penduduk, mahalnya harga properti menjadi masalah mendasar tersendiri dalam masyarakat kita dalam kepemilikian properti berupa hunian rumah, maka solusi yang di tawarkan adalah keterbatasan tanpa mengurangi fungsi dasar dan nilai daripada hunian tersebut. dari mulai tanah kavling siap bangun, rumah bersubsidi, rumah susun sewa, hingga living kos dan apartemen atau kondomium serta kawasan pemukiman elit beserta segala macam fasilitasnya.
Masalah mendasar yang kemudian muncul setelah mendapatkan hunian yang sesuai adalah; ruang terbuka hijau yang terbatas untuk menyalurkan hobi atau sekedar kebutuhan si-pemilik hunian. disinilah ide-ide tentang urban farming mulai muncul sebagai gagasan solutif untuk memenuhi kebutuhan akan kemanfaatan sudut-sudut rumah untuk lahan hijau baik yang sifatnya estetika semata hingga yang penuh akan manfaat bagi anggota keluarga tersebut.
VEGA;[vertical garden: taman vertikal] adalah, salah satu dari sekian banyak cara solutif untuk menghijaukan sudut-sudut rumah menjadi satu sudut yang penuh dengan nilai estetika dari seni menanam tanaman secara vertikal.
Vertical garden sendiri, merupakan taman yang dibangun pada bidang tegak lurus. Pembuatan taman dengan cara ini biasanya digunakan jika lahan sempit dan terbatas di rumah, sehingga dinding dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan tanaman.
Namun, untuk membuat taman vertikal, ada cara-cara tertentu dan tidak boleh sembarangan. Jika kita melakukannya dengan cara yang salah,
maka tanaman tidak akan tubuh maksimal dan akan merusak struktur dinding itu sendiri.
Berikut cara mudah yang kami sederhanakan dalam proses pembuatan taman vertikal :
1. Memilih tema yang cocok dan sesuai dengan kondisi hunian.
0.2.Klasik kontemporer
Dalam hal tema biasakan mencari referensi yang cukup kemudian konsultasikan kepada ahlinya, banyak tema yang biasa digunakan, mulai dari klasik, modern, minimalis, dan natural tropis maupun perpaduan antara ke empat model tersebut. selanjutnya perhatikan dalam hal pemilihan dalam penggunaan jenis tanaman hal ini berkaitan dengan tata letak dan kondisi ruang bangun dinding tersebut yang meliputi aspek iklim, intensitas cahaya, kelembapan udara dan lainnya. 2. Tentukan letak dan kondisi sekitar dinding dan pastikan ukurannya.
0.3.Tahap Perencanaan dan PengerjaanDalam tahap ini banyak hal yang harus diperhatikan terutama tentang kekuatan dinding tersebut, karena nantinya dinding ini akan di pasang rangka dasar untuk penyangga taman vertikal. kemudian perhatikan dasar permukaan dinding apakah kedap atau rembes terhadap air, selanjutnya memilih jenis instalasi rangka vertikal yang akan digunakan (saran kami, gunakan jenis alumunium baik dalam bentuk hollow maupun kanal c, karena lebih tahan terhadap korosi dari kelembapan yang ditimbulkan dari media tanamnya).
3. Memilih Jenis tanaman dengan cermat.
0.4.Sesuaikan dengan kondisi berdasarkan kebutuhan cahaya dan kelembapan
Seperti halnya menanam tanaman pada bidang datar, perhatikan segala unsur tentang segala faktor yang berkaitan dengan tumbuh kembangnya tanaman pada segala kondisi dan situasi dalam pelbagai iklim.
4. Membuat rangka, Sistem irigasi air dan nutrisi, serta media tumbuh kembang pada taman vertikal.
0.5.Sistem irigasi tetes otomatis dengan media tumbuh kain glasswool
Seperti yang kita sampaikan diatas, rangka yang digunakan bahan bakunya harus bisa tahan korosi dan awet untuk jangka panjang semisal berbahan alumunium. kemudian untuk media tumbuh kembangnya tanaman bisa menggunakan beberapa alternatif mulai dari terpal plastik hdpe yang sudah dimodifikasi sesuai kebutuhan, jenis kain tebal yang toleran terhadap paparan cahaya matahari, hingga talang air yang dimodifikasi pemasangannya pada sudut tertentu untuk mendapat letak yang sesuai.
selanjutnya mengenai media tanam yang digunakan, kebanyakan menggunakan rockwoll atau sekam bakar atau bisa juga dengan moss. untuk sistem pemupukan diintegrasikan dengan sistem irigasi baik manual menggunakan pipa pada ukuran tertentu dalam setiap baris tanaman atau menggunakan selang NFT berbahan hdpe dengan nozzle yang ukuran semburannya telah disesuaikan setiap lajurnya sesuai dengan kebutuhan air dan nutrisi pada setiap baris tanamannya.
5. Membuat Sistem irigasi dan drainase yang baik dan selaras.
0.6.Sistem drainase yang terintegrasi dengan kolam ikan
Setiap taman vertikal membutuhkan drainase yang baik dan terintegrasi dengan sistem irigasinya, hal ini dimaksudkan agar air yang digunakan untuk menyiram tidak terbuang sia-sia menginggat minimnya media tanam yang digunakan yang membuat frekuensi menyiram menjadi lebih intens pada suhu dan kondisi tertentu, juga dengan penambahan nutrisi berwujud pupuk cair yang ditambahkan pada sistem kontrol drianase yang ada sehingga pH air terkontrol dan bisa memastikan kondisi kesehatan tanaman secara keseluruhan.
Demikianlah sekilas tentang proses pembuatan VEGA secara singkat yang bisa kami sampaikan, jangan lupa jika mengalami kesulitan. maka,konsultasikan dan Mintalah jasa arsitek taman dalam tahap ini, pastikan segala proses
perencanaan dari awal hingga akhir ditangani dengan baik dan benar,
sehingga bisa meminimalisir segala kendala dalam tahap pengerjaannya.
atau melalui e-mail kami : fuikre@gmail.com. / wa.me.081246399629
bagi sahabat yang ingin berkonsultasi secara langsung silahkan menghubungi kami via whatsapp
BalasHapus